Rabu, 26 April 2017

Bangkalan Kuliner


Kita lanjut di wisata kuliner. Berikut ini akan saya ulas sedikit mengenai ini...


1. Soto Mata Sapi

Soto mata sapi
Kalau kamu suka dengan kuliner yang ekstrem, maka kamu harus mencoba soto mata sapi yang ada di Bangkalan ini. Soto ini menggunakan mata sapi utuh yang masih terbalut tulang. Soto mata sapi ini dibuat dengan bumbu rahasia dan disajikan dengan kuah soto dan juga diberi irisan daging sapi.

Meskipun kelihatannya aneh dan mengerikan, namun rasanya enak. Soto ini sangat lezat dimakan ketika masih hangat dengan sambal yang pedas. Lokasi yang menjual Soto mata sapi yang ekstrem ini ada di Jalan Raya Burneh Bangkalan.


2. Tajin Sobih
Tajin sobih

Tempat wisata di bangkalan selanjutnya adalah wisata kuliner tajin sobih. Makanan lezat yang satu ini tidak jauh berbeda dengan bubur pada biasanya, makanan yang satu ini rasanya gurih manis karena di dominasi oleh bahan-bahan makanan yang manis. Anda bisa menikmati makanan yang lezat ini di Jl.RE Martadinata No.24 Bangkalan.



3. Topak Ladheh

Topak ladheh
Liburan anda di Bangkalan Madura kurang lengkap jika anda belum menyantap makanan Khas yang satu ini yaitu Topak Ladhe, makanan khas yang disajikan dengan kuah yang terbuat dari santan kental yang nikmat dan gurih.

Akan lebih nikmat jika ada potongan lontong yang akan membuat lidah anda bergoyang. Anda bisa menikmati makanan ini di pasar senen Bangkalan. Di sana banyak penjual yang menjual makanan yang satu ini.


4. Nasi Serpang

Nasi serpang
Makanan yang satu ini adalah makanan yang rasanya super lezat, pasalnya di buat dengan campuran rempah-rempah yang rasanya khas.

Nasi serpang ini biasanya disajikan dengan berbagai lauk, seperti ikan laut hingga daging. Yang menjadikan menu ini khas adalah menu ini disajikan dengan ditambah kerupuk rambak bumbu rujak. Lokasinya yang menjual menu ini adalah di Jl. Panglima Sudirman, Bangkalan.

5. Sate Madura

Sate Madura
Sate ini sudah sangat populer di seluruh Indonesia. Sate yang asli dari kota madura ini mempunyai rasa yang akan membuat lidah anda tidak berhenti untuk memakannya.

Apalagi dengan racikan bumbu bumbu yang khas dicampur dengan daging yang masih segar dijamin anda akan ketagihan. Anda bisa menikmati makanan yang satu ini dengan mengunjungi Alun-Alun Bangkalan yang merupakan tempat asal makanan ini.


6. Bebek Sinjay
Bebek sinjay

Kuliner yang satu ini sudah menjadi incaran pecinta kuliner, khususnya pecinta kuliner bebek. Banyak pelanggan dari Surabaya yang rela menyeberang ke Madura hanya untuk mencicipi kuliner yang satu ini. Bebek Sinjai dinikmati dengan nasi hangat dan sambel pencitnya pasti akan menggugah seleramu. Lokasinya sendiri ada di Jl. Raya Ketengen No. 45, Bangkalan.




Bagaimana teman? Sudah merasa kenyang setelah disuguhi beberapa makanan nyaman nan lezat di atas? :D

Bangkalan Asri

Setelah membahas beberapa wisata religi, saya juga akan memperkenalkan wisata berbasis alam yang ada di kabupaten Bangkalan. Berikut ulasannya:

1. Pantai Sambilangan
Pantai Sambilangan
Objek wisata pantai bangkalan yang satu ini menawarkan pesona keindahan yang luar biasa, pantai yang sudah terkenal di madura ini lokasinya berjarak 7 Km dari pusat kota. Tepatnya di Desa Sambilangan, Kecamatan Bangkalan, Kab Bangkalan Madura. Pantai ini berada di daerah terpencil sehingga pantai ini masih sangat alami dan bersih.

Untuk bisa menikmati keindahan pantai ini, Kita hanya akan dikenai biaya parkir sebesar Rp 3.000,- untuk mobil dan Rp 2.000,- untuk sepeda motor.


2. Pantai Rongkang
Pantai Rongkang
Objek wisata pantai Bangkalan yang satu ini lokasinya berada di Desa Kwanyar Barat, Kec. Kwanyar. Berjarak sekitar 35 km dari pusat kota menuju arah Selatan.

Pesona pemandangan pantai yang sangat indah akan anda jumpai di pantai ini, pasalnya dari pantai ini kita bisa melihat panjangnya jembatan Suramadu yang bisa kita manfaatkan sebagai Background foto.


3. Pantai Siring Kemuning
Pantai Siring Kemuning
Berada di Desa Macajah, Tanjungbumi. Keelokan dan keasrian Pantai Siring Kemuning ini sudah tersebar luas hingga indonesia. Pasir pantai yang cantik, membuat pantai ini lebih unik lagi.

Apalagi sudah ada tempat bermain untuk anak-anak yang ingin menghabiskan masa liburan bersama keluarga. Posisinya yang strategis, membuat pantai ini mudah untuk di kunjungi, baik dengan mobil atau motor.



4. Bukit Geger
Jalan masuk menuju Bukit Geger
Obyek wisata alam ini berada di Desa Geger, Kec Geger. Dari pusat kota Bangkalan berjarak sekitar 30 Km menuju arah tenggara.

Lokasi bukit ini sangat strategis dan mudah di temukan karena lokasinya berada di pinggir jalan raya.



Pemandangan dari atas



Di tempat ini juga terdapat peninggalan zaman purbakala yang menarik untuk di pelajari, bagi anda yang suka belajar sejarah dan ilmu Arkeologi tempat ini adalah pilihan yang tepat untuk obyek penelitian anda. Pemandangan yang indah juga akan tersaji untuk anda dari bukit Geger ini.


5. Bukit Kapur Jeddih
Wisata Bukit Kapur Jeddih
Salah satu destinasi wisata yang hangat diperbincangkan akhir-akhir ini adalah bukit kapur Jeddih yang terletak di desa Jeddih, kecamatan Socah.

Kemunculannya di dunia maya, membuat banyak netizen penasaran akan keindahan alamnya. Karena kemunculannya yang bisa dibilang tiba-tiba, akibat dari penambangan kapur putih pada bukit tersebut.
Danau Biru Bukit Jeddih

Selain keindahan bukitnya, di sini mata kita akan dimanjakan dengan sebuah danau yang airnya berwarna biru. Danau yang sengaja dibuat para penambang di sana membuat wisata ini memiliki nilai tambah tersendiri.


Bagaimana teman, bagus bukan? Sudah terpikir untuk mengunjungi Bangkalan?

Bangkalan Religi

Pariwisata menjadi salah satu pilihan bagi banyak orang untuk menghibur diri, baik saat liburan ataupun di hari-hari biasa. Ada pula tempat wisata yang khusus dibuka untuk membantu masyarakat luas mengetahui siapa tokoh agama yang terkenal, ataupun tempat-tempat yang mampu memberikan arti tersendiri bagi umat beragama.

Berikut ini beberapa dari banyak tempat wisata religi yang terdapat di kabupaten Bangkalan:

1. Makam Syaichona Mohammad Cholil

Pusara Syaichona M. Cholil
Kompleks pesarean KH Moh Kholil di Desa Mertajasah, Kecamatan Mlajah, Kota Bangkalan dengan luas 2.768 m2 itu, sejak dahulu sangat dihormati bukan saja oleh masyarakat Pulau Madura. Karomah yang dimiliki beliau, membuat beliau tidak hanya dikenal masyarakat pulau madura dan sekitarnya, tetapi juga hingga ke pelosok Nusantara, terutama masyarakat Kalimantan. Bahkan juga dikenal hingga beberapa negara tetangga.


Masjid Syaichona M. Cholil



Tidak hanya terdapat makam para ulama' saja, tapi juga terdapat satu masjid yang cukup luas. Pusara Syaichona M. Cholil berada di bagian kanan masjid dan agak menjorok ke belakang




2. Makam Aermata Ebu

Gapura depan Aermata
Makam ini adalah komplek makam yang di dalamnya hanya ada makam Raja-raja yang dulunya menjadi kepala pemerintahan. Jauh sebelum Indonesia lahir sebagai Negara Kesatuan.

Lokasi obyek wisata religi ini berada di utara Kabupaten Bangkalan, berjarak sekitar 30 Km dari pusat Kota, anda bisa sampai ke tempat ini dalam waktu sekitar setengah jam saja menggunakan kendaraan.


Tempat yang satu ini merupakan situs bersejarah yang sayang jika anda melewatkannya. Tempat ini juga menyimpan fakta-fakta sejarah islam dan peninggalan Islam Kuno. Terdapat pula bangunan-bangunan arsitektur bercorak Budha-Hindu di masa sebelumnya. Jadi sangat tepat bagi anda yang suka belajar sejarah mengunjungi tempat yang satu ini.


3. Makam Sultan Abdul Kadirun
Makam Sultan Abdul Kadirun

Lokasinya berada di Jl. Sultan Abdul Kadirun. Tepatnya di belakang Masjid Agung Bangkalan Madura. Makam yang satu ini tak pernah sepi akan pengunjung, khususnya yang ingin berziarah. Puncaknya di bulan Ramadhan tempat ini sangat penuh sesak akan peziarah yang ingin mengkhatamkan bacaan Al-Qur’annya di Makam ini. bahkan sampai malam hari.





Itulah beberapa wisata religi yang terdapat di kabupaten Bangkalan. Akan diulas wisata-wisata menarik lainnya... ^^

ASAL MULA NAMA BANGKALAN

Peta Persebaran Wisata Bangkalan

Bangkalan berasal dari kata “bangka” dan ”la-’an” yang artinya sudah matilah. Istilah ini diambil dari cerita legenda tewasnya pemberontak sakti Ki Lesap yang tewas di Madura Barat.

Menurut cerita, setelah kejayaan Arya Wiraraja sebagai adipati pertama di Madura, maka pada dekade berikutnya perubahan jaman mulai membentuk karakter orang-orang Madura. Jaman yang penuh pergulatan dan perjuangan kala itu. Yang paling mengenaskan ialah saat kolonial Belanda bercokol di Madura. Dan saat itulah banyak timbul pemberontakan-pemberontakan, yang kerap dikenal dengan pemberontakan Trunojoyo, Ke’ (Pak) Lesap, Sakerah dan lainnya. Tampilnya Pangeran Trunojoyo sebagai pahlawan melawan penjajah merupakan awal kebangkitan Madura sebagai langkah menuju pemberontakan berikutnya. Trunojoyo putra Pangeran Waluyo yang pada dasarnya berjuang untuk membasmi ketidak adilan disambut gegap gempita oleh rakyat Madura setelah meninggalkan Mataram yang kemudian menaklukkan seluruh Madura. Pada perjuangan berikutnya, Trunojoyo mendapat bantuan dari orang-orang Makasar yang melakukan perampokan-perampokan dilautan sekitar Jawa Timur setelah Makasar jatuh. Dari persekutuan Makasar-Madura itulah yang kemudian diperkuat perkawinan Putri Trunojoyo dengan tokoh dari Makasar, Karaeng Galesong. Menjadikan keterpaduan wilayah yang berjarak jauh itu. Keterpaduan itu dapat dibuktikan, bahwa banyak hal persamaan antara keduanya. Baik secara hidup masyarakatnya, watak, maupun sikap kesehariannya. Bahkan di Madura sendiri (pulau Kangean-Sumenep), bahasa yang dipergunakan bahasa daerah yang dipengaruhi oleh bahasa Madura, Bugis, Jawa dan Melayu.

Tokoh lain yang kerap menjadi kebanggan orang Madura, ialah Ke’ Lesap. Dalam cerita disebutkan, bahwa Ke’ Lesap memilikissebuah golok dan dapat disuruh mengamuk sendiri tanpa ada yang memegangnya. Karena kesaktian-kesaktian yang dimiliki, ia makin menjadi kesohor sampai seluruh pelosook Madura. Pada akhirnya, Ke’ Lesap merasa yakin, bahwa ia sudah cukup mampu untuk mulai mengobarkan api pemberontakan. Keahlian dan kemasyhurannya, banyak membawa simpati kepada rakyat, sehingga sehingga pada saat turun dari pertapaan (Gunung Payudan) dengan sangat mudah dapat menaklukkan desa-desa yang didatangi.

Setelah menaklukkan wilayah dari Timur, Sumenep, Pamekasan dan Sampang, maka Ke’ Lesap beserta pasukannya menuju Bangkalan. Pertempuran dimulai, sebab pasukan Cakraningrat V sebagai penguasa di Bangkalan mengadakan perlawanan yang cukup hebat. Namun akhirnya kekuatan Bangkalan dapat dipukul mundur. Bantuan kompeni didatangkan dari Surabaya, dan pertempuran berlangsung kembali. Meski demikian dengan bantuan tersebut, Ke’ Lesap masih bertahan dan memukul mundur, dan Cakraningrat V mengungsi ke Malaja. Sedang benteng dipertahankan oleh kompeni. Namun pada akhirnya, Ke’ Lesap jatuh di tempat asalnya, yaitu ketika Cakraningrat V melancarkan tipu muslihat dengan mengirim wanita ketempat pesanggrahan Ke’ Lesap di desa Tonjung. Wanta Tanda’ (ronggeng) yang berbusana keraton itu memegang bendera putih dan menyerahkan kepada Ke’ lesap. Bagi Ke’ Lesap tanda bendera putih itu pertanda Cakraningrat menyerah. Namun apadaya titik kelemahan Cakraningrat terletak di rambutnya. Konon wanita yang menyamar sebagai putri keraton (bernama nyi Marpuah) sesuai perintah CakraningratV berkesempatan memotong rambut Ke’ Lesap. Saat itu pula hilang kekuatannya termasuk kekuatan senjata goloknya yang bernama Kodhi’ Crangcang. Pada saat bersamaan Cakraningrat V beserta bala tentaranya menyerang dan menusukkan tombak pusaka Bangkalanyang bernama Si Nenggolo Gemetar. Dan bersinar seolah mengeluarkan api. Dan pada akhirnya Ke’ Lesap beserta bala tentaranya banyak yang binasa.

Maka berteriaklah rakyat yang mengikuti rajanya bersama-sama berteriak ”Bangka-la’an” artinya sudah matilah. Sebagaimana diabadikan dengan nama Bangkalan, salah satu kabupaten di Madura.


Rabu, 22 Maret 2017

“Hujan di Angka Dua”

 BY : U. NaMa
Laki-laki POV
.
Gemuruh suara langit mendung
Awan limpahkan cairan terkandung
Perkenalan awal sebuah kalung
Tak terduga, kita saling terhubung
.
Kisah berlalu tanpa sia
Pendekatan berjalan sesusai rencana
Dua lima terpampang sebuah tanggal
Kuberi titik sebagai tanda
.
Jaket terpasang penuh hangat
Tangan tergenggam erat-erat
Bersama lewati tanah tempat
Tawa terluncur tanpa syarat
.
Panas minuman membayang asap
Kursi dan meja, duduk berhadap
Cengkerama bicarakan suasana gelap
Lilin mati, kau kalap
.
Suara mesin menderu-deru
Pelindung terpasang bersama riuh
Pelukan terasa di atas bahu
Lebarkan lengkung penuh haru
.
Tiga tahun berlalu ceria
Usia dewasa tak lagi belia
Kata ‘pisah’ karena tugas mulia
Ku senyum meski tak rela
.
Air berlalu datang sinar
Bicara kata masih lancar
Hubung jauh penuh sadar
Curah cerita kita bertukar
.
Tatap muka terhalang kaca
Senyum malu terasa sama
Obat rindu sebuah suara
Lantunkan kalimat penuh canda
.
Kesibukan kurangi waktu temu
Tersenyum maklum meski ngilu
Dua detik waktu tersingkat
Dua menit terucap kiat
.
Dingin merayap angin semilir
Kayu bertumpuk menjadi pasir
Dua minggu berlalu tanpa hadir
Seribu sayang tak kunjung mampir
.
Teka-teki singkat terjawab lama
Makna penjelas penuh sirat
Genggam layar tanpa hawa
Panggilan kosong dan kotak hampa
.
Karang diterpa ribuan ombak
Puluhan dara berputar-putar
Pandang mata sebelah utara
Lagi-lagi tak bisa dipercaya
.
Sadar diri sebelum usai
Berlari manusia beramai-ramai
Mata menangis biarkan berderai
Terhalang langit, air merinai
.
Hujan menghias tengah hari
Rintikan hiasi halaman rapi
Tangan terjulur rasakan peri-peri
Sebuah ingatan membayang sepi
.
Lima tahun berlalu mantan
Ingat pikir merasa tertantang
Tangan genggam kalung terkenang
Bekal kasih, kubawa sayang
.
Laksana hati terantuk godam
Penuhi wajah dengan lebam
Jauh-jauh kupergi rumah
Dapatkan sapuan dari perubah
.
Kesal dendam kau hubungi
Kotak pos yang lama tak terisi
Otak berpikir penuh persepsi
Akankah permintaan maaf memenuhi?
.
Renung hati di bawah air
Tipu pandang tetes mengalir
Kupegang secarik kertas terlampir
Dua lima yang datang, kau bersanding
.
Bermain berdua adalah hiburan
Nikmati hidup adalah perjalanan
Jalani waktu adalah penantian
Rasa marah adalah sesalan
.
Kebahagiaanmu sudah diambang
Kesedihanku sudah tak terbilang
Biar dirimu berbahagia
Biar diriku menangis rela
.
Seumpama hujan tinggalkan awan
Laksana gemuruh hancurkan dataran
Satu kalimat kuucap diam

Selamat tinggal, mantan tersayang